celoteh

Menstimulus Matematika Anak – Day 5 Penumpang Kelereng

Salah satu mainan favorit ghaaziy adalah sesuatu dengan bentuk bulat. Iya bulat. Seperti bola, dan kelereng. Setelah kemarin kita puas bermain-main dengan bola warna-warni. Hari ini aku berniat membuat sesuatu, jalur kelereng, namun sayang failed. Kurang apik dan kurang menantang. Namun ghaaziy menggunakan daya imaji nya untuk bermain sendiri.

Ia mengambil beberapa mobil-mobilan miliknya. Lalu mulai menyususn satu demi satu kelereng di salah satu mobil pemadam kebakaran. Karena atap mobil yang memiliki cekungan, sehingga kelereng-kelereng tidak berjatuhan. Ghaaziy melakukan ini, mengambil menata lalu mengembalikan.

Iklan
celoteh

Menstimulus Matematika Anak – Day 4 Ghaaziy Menyusun Buku

Hari ini aku disibukkan dengan buku-buki hasil nulis bareng. Ada sekitar 300 buku lebih yang masuk. Aku dan Ghaaziy membongkar isi kardus dan menatanya. Aku pribadi menyusun buku sembari menghitung dan menata untuk difoto.

Lalu tanpa di komando, satu persatu buku di susun Ghaaziy, ditata naik ke atas sampai aku bilang cukup, lalu dilanjutkan kembali disampingnya. Tugasku merapikannya.

Ma syaa Allah, tabarakallahu ya nak.

celoteh

Bagaimana Nabi Mendidik Anak

Judul : Tarbiyatul Abna’
Terjemahan : Bagaimana Nabi Mendidik Anak
Karya : Syaikh Musthofa Al Adawi
Tahun terbit: 1424 H / 2002 M
Penerbit : Pustaka Al Haura’
392 Halaman

Buku ini salah satu buku rekomendasi yang mungkin menjadi bahan rujukan orangtua muslim. Berisi beberapa adab ke anak, boleh tidak dan beberapa nasehat yang sangat lezat bergizi.

Sepintas buku ini nampak kolot, berbeda dengan buku baru Madrasah pertama yang baru saja dicetak kemarin, yang cenderung warna-warni dengan jenis font nyaman di mata, dan longgar untuj dibaca, serta beberapa gambar yang memang nyaman di mata. Berbeda dengan buku ini yang cenderung memiliki font rapat, sehingga terkesan serius.

Buku ini dibuka dengan pembahasan tentang “Hanya Allah Maha pemberi hidayah” orangtua diminta untuk banyak berdoa dan menjaga diri, terutama kesholehan. Karena kesholehan orangtua in syaa Allah akan menurun kepada anaknya.

Pembahasan selanjutnta berupa beberapa adab-adab yang perlu diketahui orangtua dan diajarkan ke anak. Contohnya seperti adab ketika menuju senja, di mana orangtua wajib menjaga anak dari syaitan lewat doa perlindungan. Adapula adab ketika bersin, menguap dan adab-adab lainnya.

Buku ini juga menjelaskan beberapa larangan-larangan dalam mendidik anak, semisal melarang anak bermain dadu dan alat musik, serta menggambat makhluk bernyawa. Secara keseluruhan, buku ini sangat lezat, dan para orangtua sebaiknya memiliki buku ini.

Selamat membaca.

celoteh

Menstimulus Matematika Anak – Day 3 Tusuk Gigi dan Lubang

Ide main ini murni ide dari ghaaziy. Suatu ketika, aku terlupa menaruh satu box penuh tusuk gigi. Awalnya kugunakan untuk meronce, namun abanya ghaaziy kurang berkenan karena dianggap berbahaya. Ya, karena semua sisi tusuk gigi yang runcing.

Lalu tiba-tiba saat ghaaziy hendak mengambil sesuatu, satu box tusu gigi pun tumpah berserakan. Tanpa di komando, ghaaziy langsung gesit untuk memasukkan tusuk gigi satu persatu. Benar sekali satu persatu. Lalu dia merasakan kejenuhan karena jumlah tusuk gigi yang lumayan banyak. Lalu ghaaziy beranjak ke mainan sepedanya, dan ci lup baaaaa..

Ghaaziy memasukkan tusuk gigi ke sumua lubang mur baut, tak lupa sambil mengucapkan satu dua tiga.

Ma syaa Allah, barakallahu fiyk nak..

celoteh

Menstimulus Matematika Anak-Day 2 Mengaduk Madu

Hari ini hari kedua untuk stimulasi matematika logika anak, saat kubaca salah satunya adalah anak mampu memecahkan masalah.

Menjadi habit kami di kala pagi, memberikan ghaaziy segelas kunyit dan madu. Bisa dibilang ini menjadi kebiasaan baru kami. Air kunyit yang didiamkan semalaman akan menjadi air nano yang berkhasiat in syaa Allah, resep ini kudapat dari dr zaidul akbat. Setelah semalaman, diminum di pagi hari dengan ditambah madu dan jerul nipis. Ghaaziy sangat suka.

Aku membiarkan untuk mengaduk sendiri. Awalnya masih terasa kecut, lalu dia dengan sendirinya mengaduk lagi, diicip lagi sampai pas rasa manisnya. Aku baru menyadari, ternyata peristiwa ini bisa disebut juga dengan matematik logic.

Ma syaa Allah, barakallahu fiyk nak.

celoteh

Menstimulus Matematika Logika Anak-Day 1 Memetik Bola

Rasanya ma syaa Allah materi ini satu nafas dengan materi yang sedang kudalami di salah satu workshop HS. Tidak hanya sebatas bermain, namun juga mempertimbangkan dan menjelaskan manfaat dari permainan itu, serta mengaitkan dengan pelajaran dieniyah.

Untuk kegiatan ini aku mengenalkan konsep tentang atas dan bawah, serta konsep “mengumpulkan”.

Bagian yang paling menyenangkan, saat ghaaziy mencoba menempelkan satu persatu bola di deretan atas, lalu berlanjut ke deretan bawah. Setelahbitu dia bersemangat memetik bola satu persatu dan mengumpulkan di kalengnya.

celoteh

Kenangan

Siang ini suasana sangat temaram, mendung malu-malu menggelayut manja. Sesekali terdengar deru angin, seolah berbisik “mau hujan lho mau hujan lho”.

Aku masih asyik ditemani beberapa naskah, serta sakit kepala yang tak kunjung mereda. Ghaaziy terbangun, aku tak ada ide bermain sama sekali. Kami memutuskan untuk asyik bercerita di kasur kami.

Mataku tertuju ke laptop usang milikku, laptop berwarna silver dan ada beberapa isolasi di ujung-ujungnya. Aku tergerak untuk menghidupkannya. Terakhir, laptop ini sempat koma, enggan hidup dan keyboard entah apa yang dipikirannya, saat kutekan huruf A yang muncul malah huruf Z, mungkin ia lelah.

Tanpa disangka, ia menghembuskan nafas kembali, hidup. Aku cukup terkejut, aku rasa ini satu-satunya kesempatanku untuk memindahkan data-data yang belum sempat kupindahkan.

Kubuka folder satu demi satu, ya satu demi satu. Satu folder full fotoku dan banyak teman dekatku, beraneka gaya dan rupa.

Ghaaziy mendekat, seolah ingin mencari tahu, ada apa dan mengapa air mukaku berubah sumringah, mengingat beberapa waktu lalu, aku mengeluhkan sakit kepalaku. Sebelum ia memencet-mencet tombol keyboard, yang mampu memancibg shock laptopku, aku memutuskan untuk menyetel salah satu film yang kusimpan di folder film. Film kartun tentang pengendara naga. Cukup menggelikan gara-gara film itu, aku jadi penyuka toothless.

Ghaaziy cukup menikmati filmnya, bertanya tentang apapun yang dilihatnya, sampai durasi film habis. Sayup kudengar lagu jonsi sebagai tanda selesainya film. Lalu seolah ingatanku pada seseorang menguap kembali.

“Sigur ros?”
“Hah, iya”
“Lo tau lagu ini”
“Iya knapa”

Tanya lelaki itu, lelaki tinggi dengan kemeja kotak-kotak. Air mukanya nampak terkejut, seolah kami terimprint. Mata kami saling menyelidiki, apakah kita sama-sama alien?

Bersambung.

celoteh

Day 17:Gzy membantu kakung merakit alat semprot pestisida

Beberapa hari lalu gudang penyimpanan di sawah kakung di bobol orang. Ada beberapa barang yang hilang salah satunya adalah tabung penyemprot pestisida.

Lalu hari ini, kakung membeli tabung baru, dan ghaaziy ikut serta merakit. Ada bahagia luar biasa, saat bisa merakit menjadi satu bentuk utuh, ghaaziy bahkan meminta kakung untuk pergi ke sawah, meski dia tak tahu bagaimana cara memakainya. Namun karena kakung menunjukkan cara pakainya seperti memakai tas punggung, ghaaziy langsung merengek ikut serta.

Dalam kegiatan ini, ghaaziy cenderung kinestetik.

celoteh

Day 16: Membedakan mana baju dan celana serta kepemilikan

Salah satu kegiatan yang paling disukai ghaaziy, naik tangga menuju loteng rumah. Yap di sana adalah salagsatu tempat favorit kami. Kami bisa melihat pesawat terbang yang lewat dan kupu-kupu yang berterbangan.

Saat sedang mengambil jemuran aku selalu bermain tebak-tebakan. “Ini apa?”
“Baju”
“Ini?”
“Celana”
“Ini baju siapa?”
“Baju aziy”
“Ini?”
“Ju hami”

Ma syaa Allah Tabarakallahu

celoteh

Day 15: Ghaaziy gosok gigi sendiri

PicsArt_12-16-04.52.53.jpg

Alhamdulillah sekarang setiap malam, ghaaziy sudah memiliki kesadaran untuk menggosok gigi.
Terkadang saat hendak terlelap, tiba-tiba dia berkata.

“Hamii didi”
Alhasil aku harus menggosok gigi dua kali saat malam, karena dia tak ingin gosok gigi sendirian.
Pernah aku mengetes dia, kuberi sikat gigiku dan berkata “hamiiii” artinya ini milikku bukan sikat miliknya. Begitupun dengan pasta gigi, dia bisa membedakan “huh hah” artinya milikku.

Ma syaa Allah, barakallahu fiyk nak